Kesalahan-kesalahan Fatal Saat Mengoperasikan Forklift dan Tips Menghindarinya

Kesalahan-kesalahan Fatal Saat Mengoperasikan Forklift dan Tips Menghindarinya

Forklift merupakan alat bantu yang digunakan untuk mengangkut, memindahkan, dan menurunkan suatu benda dari posisi satu ke posisi yang lainnya. Forklift digunakan sebagian besar perusahaan karena dapat membantu dan meringankan pekerja. Namun dalam pengaplikasiannya, tidak jarang terjadi kecelakaan yang dapat menyebabkan fatality akibat kesalahan saat mengoperasikan forklift. Berikut ini merupakan kesalahan-kesalahan fatal saat mengoperasikan forklift, beserta tips agar terhindar dari kecelakaan :

1. Operator kurang memahami kapasitas beban forklift

Membawa material dengan melebihi beban angkat maksimum mengakibatkan forklift berjalan tidak stabil. Kondisi tidak aman ini berisiko forklift bisa terguling/ tumbang dan bisa menabrak benda atau pejalan kaki di sekitar area kerja.

Saran :

Operator forklift diwajibkan mengikuti pelatihan, sehingga dapat memahami pengoperasian forklift yang benar dan aman. Operator juga akan mengerti kapasitas yang disarankan agar tidak melebihi berat beban yang ditetapkan. Sebelum mengoperasikan forklift, operator  juga harus melihat load chart (grafik beban) yang tertera pada forklift. Bila grafik beban pada forklift Anda sudah rusak atau tidak jelas, sebaiknya segera laporkan kepada atasan.

2. Operator tidak memahami rute forklift

Masih banyak operator forklift yang tidak memahami situasi rute dan hambatan apa saja yang akan dilaluinya saat mengoperasikan forklift. Seperti melewati area yang banyak tumpukan palet, area sempit, area yang banyak dilalui pejalan kaki, hingga kondisi jalur forklift yang tidak rata. Kurangnya pemahaman ini bisa berakibat fatal bagi operator dan pekerja lain, seperti risiko tabrakan atau forklift terguling.

Saran :

Jaga jarak aman sekitar 3 meter antara forklift dengan pejalan kaki dan dengan pengendara forklift lain. Jika kurang dari itu, momen inersia yang diterima forklift dapat menyebabkan forklift tumbang. Pastikan Anda merasa yakin dan berada di jalur yang tepat saat melewati area sempit serta turunkan kecepatan saat hendak melewati tikungan atau masuk/ keluar pintu.

3. Ceroboh saat mengangkut palet

Untuk palet berbentuk simetris atau permukaannya rata, mungkin akan lebih mudah saat diangkut dibanding mengangkut benda yang bentuknya tidak beraturan atau tidak simetris. Kecerobohan saat mengangkat, memindahkan, hingga menurunkan palet yang tidak sesuai dengan standar dapat mengakibatkan palet jatuh, forklift terguling/ tumbang, bahkan rusaknya rak penyimpanan.

Saran :

Pastikan palet yang diangkat sudah sesuai dengan standar untuk menghindari kecelakaan. Berhati-hatilah ketika memindahkan palet karena rentan jatuh dan memengaruhi manuver Anda. Perhatikan juga beban palet yang diangkat harus sesuai dengan grafik beban. Posisikan tiang garpu condong ke belakang, sehingga beban tersandar pada penumpu beban. Pastikan beban yang dibawa serendah mungkin dengan jalan/ lantai, sekitar 15 cm.

4. Tidak berkomunikasi dengan pekerja lain saat hendak mengoperasikan forklift

Gudang merupakan area yang penuh dengan kesibukan, dengan begitu banyak pekerja lain yang sedang menyelesaikan tugas-tugasnya, sangat penting bagi Anda untuk selalu berkomunikasi dengan mereka saat hendak mengoperasikan forklift. Minimnya komunikasi dan kewaspadaan pekerja, bisa mengakibatkan risiko tabrakan atau menabrak pekerja lain.

Saran :

Pasang alarm pada forklift sebagai tanda saat forklift sedang beroperasi, agar pekerja yang lain mengetahui bahwa forklift sedang beroperasi

5. Operator terpeleset saat naik dan turun dari forklift

Timbulnya kecelakaan tidak selalu terjadi selama pengoperasian forklift. Menurut ahli K3, terpeleset dan terjatuh merupakan penyebab kecelakaan paling umum di tempat kerja.

Saran :

Pastikan Anda mengenakan sepatu yang tepat dan tidak licin sebelum mengoperasikan forklift. Lakukan three point contact saat naik dan turun dari forklift. Anda dapat memegang handle dekat setir forklift, sementara tangan yang satunya lagi memegang jok forklift. Cara ini dapat mencegah Anda dari risiko terpeleset saat naik dan turun dari forklift.

6. Kehabisan baterai atau cairan hidrolik saat mengoperasikan forklift Hal

Hal ini tidak akan berbahaya bila forklift sedang melaju di area dengan permukaan datar, apa jadinya bila forklift sedang melaju di permukaan tidak rata? Tentu saja akan membahayakan Anda dan forklift yang sedang membawa muatan.

Saran :

Inilah pentingnya pengecekan pada forklift. Selalu cek baterai atau cairan hidrolik pada forklift sebelum dioperasikan. Khusus untuk forklift yang menggunakan baterai, lakukan pengecasan pada baterai saat sudah mencapai 20 persen, jangan menunggu hingga baterai habis. Bila peristiwa ini sudah terlanjur terjadi, segera laporkan ke manual user atau atasan Anda tentang kondisi forklift.

Kepala Teknik Tambang

Kepala Teknik Tambang

Kepala Teknik Tambang atau disingkat KTT adalah seseorang yang memiliki posisi tertinggi dalam struktur organisasi lapangan pertambangan yang memimpin dan bertanggung jawab atas terlaksananya operasional pertambangan sesuai dengan kaidah teknik pertambangan yang baik (Reff : Permen ESDM 26 tahun 2018 tentang Pelaksanaan Kaidah Pertambangan yang Baik dan Pengawasan Pertambangan Mineral dan Batubara)

KTT terbagi atas 4 (empat) klasifikasi dengan urutan sebagai berikut :

  • TT Kelas IV
  • KTT Kelas III
  • KTT Kelas II
  • KTT Kelas I
  • KTT Kelas IV

KTT Kelas IV memenuhi kriteria sebagai berikut :

    1. untuk pemegang Izin Pertambangan Rakyat (IPR); dan
    2. mempunyai sertifikat kualifikasi yang diakui oleh KaIT atau telah mengikuti pendidikan atau bimbingan teknis terkait penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik.
  •  KTT Kelas III

KTT Kelas III memenuhi kriteria sebagai berikut :

    1. untuk pemegang Izin Pertambangan Rakyat (IPR); dan
    2. mempunyai sertifikat kualifikasi yang diakui oleh KaIT atau telah mengikuti pendidikan atau bimbingan teknis terkait penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik.
  • KTT Kelas III

KTT Kelas III memenuhi kriteria sebagai berikut :

    • tahapan kegiatan pertambangan :
      1. tahap eksplorasi; dan
      2. tahap operasi produksi dengan metode tambang semprot (Hidrolis), tambang bor, tambang terbuka berjenjang tunggal, kuari, dan kapal keruk, dan/atau kapal isap;
    • jumlah produksi rata-rata :

tambang terbuka berjenjang tunggal, untuk batubara kurang dari atau sama dengan 150 (seratus lima puluh) metrik ton per hari;

    • mineral logam meliputi :
      • tambang semprot kurang dari atau sama dengan 1 (satu) ton bijih per hari; dan
      • kapal keruk dan/atau kapal isap dengan menggunakan ponton kurang dari atau sama dengan 1 (satu) ton bijih per hari;
    • mineral batuan atau mineral bukan logam meliputi :
      • kuari kurang dari atau sama dengan 250 (dua ratus lima puluh) ton batuan; dan
      • mineral bukan logam dengan produksi kurang dari atau sama dengan 250 (dua ratus lima puluh) ton perhari;
      • tanpa menggunakan bahan peledak;
      • jumlah pekerja kurang dari atau sama dengan 50 (lima puluh) orang; dan
      • memiliki sertifikat kompetensi Pengawas Operasional Pertama (POP) atau sertifikat kualifikasi yang diakui oleh KaIT.
  • KTT Kelas II

KTT Kelas II memenuhi kriteria sebagai berikut :

    • tahapan kegiatan pertambangan operasi produksi dengan metode tambang semprot (Hidrolis), tambang terbuka, kuari, kapal keruk/kapal isap;
    • jumlah produksi rata-rata :
      1. tambang terbuka untuk batubara kurang dari atau sama dengan 500 (lima ratus) metrik ton per hari;
      2. mineral logam meliputi :
        • tambang terbuka untuk mineral logam kurang dari atau sama dengan 1.500 (seribu lima ratus) ton bijih per hari;
        • tambang semprot kurang dari atau sama dengan 5 (lima) ton bijih per hari; dan
        • kapal keruk dan/atau kapal isap kurang dari atau sama dengan 5 (lima) ton bijih per hari;
    • mineral batuan atau mineral bukan logam meliputi :
      • kuari dengan produksi kurang dari atau sama dengan 500 (lima ratus) ton per hari; dan
      • mineral bukan logam kurang dari atau sama dengan produksi 500 (lima ratus) ton per hari.
      • jumlah pekerja kurang dari atau sama dengan 200 (dua ratus) orang; dan
      • memiliki sertifikat kompetensi Pengawas Operasional Madya (POM) atau sertifikat kualifikasi yang diakui oleh KaIT.
  • KTT Kelas I

KTT Kelas I memenuhi kriteria sebagai berikut :

    • tahapan kegiatan pertambangan yang meliputi : tahap operasi produksi dengan metode tambang semprot (Hidrolis), tambang terbuka, tambang bawah tanah, kuari, kapal keruk, dan/atau kapal isap.
    • jumlah produksi rata-rata :
      • tambang terbuka untuk batubara lebih dari 500 (lima ratus) metrik ton per hari;
      • tambang bawah tanah untuk batubara pada semua kapasitas produksi;
      • mineral logam meliputi :
        • tambang semprot lebih dari 5 (lima) ton bijih per hari;
        • tambang terbuka untuk mineral logam lebih dari 1.500 (seribu lima ratus) ton bijih per hari
      • tambang bawah tanah untuk mineral logam pada semua kapasitas produksi; dan
        1. kapal keruk dan/atau kapal isap lebih dari 5 (lima) ton bijih per hari;
      •  mineral batuan atau mineral bukan logam meliputi :
        1. mineral batuan atau mineral bukan logam dengan produksi lebih dari atau sama dengan 500 (lima ratus) ton per hari; dan
        2. tambang bawah tanah untuk mineral bukan logam pada semua kapasitas produksi; 
        3. jumlah pekerja lebih dari 200 (dua ratus) orang; dan
        4. memiliki Sertifikat Kompetensi Pengawas Operasional Utama (POU) atau sertifikat kualifikasi yang diakui oleh KaIT.

Untuk warga negara asing (tenaga ahli asing) memiliki hal sebagai berikut :

  • memiliki sertifikat kompetensi sesuai dengan kelas KTT yang diajukan atau memiliki Mine Manager Certificate atau sertifikat sejenis yang diterbitkan oleh negara asal dan diakui oleh KaIT; dan
  • telah mengikuti pendidikan dan pelatihan terkait peraturan perundang-undangan dan kebijakan mengenai penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik.

Bagi warga negara asing yang sudah disahkan sebagai KTT maka dilanjutkan dengan lulus Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia dengan predikat paling kurang madya dalam jangka waktu 6 (enam) bulan. KaIT dapat membatalkan kembali pengesahan KTT tersebut apabila KTT tersebut belum lulus Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia dalam jangka waktu yang telah ditetapkan.

Persyaratan Administratif Permohonan Pengesahan KTT/PTL/KTBT terdiri atas :

  • surat permohonan perusahaan;
  • salinan izin usaha pertambangan;
  • surat pernyataan bermaterai yang ditandatangani oleh Pemimpin Tertinggi Perusahaan, yang menyatakan mendukung semua program kegiatan calon KTT/PTL/KTBT;
  • daftar riwayat hidup calon KTT/PTL/KTBT;
  • sertifikat kompetensi wajib calon KTT/PTL/KTBT yang sudah diregistrasi di Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara atau sertifikat kualifikasi yang diakui oleh KaIT;
  • struktur organisasi perusahaan yang menggambarkan posisi Calon KTT/PTL/KTBT yang ditandatangani oleh pemimpin perusahaan dan diberi cap basah perusahaan;
  • salinan pengesahan calon KTT/PTL/KTBT apabila sebelumnya sudah pernah disahkan menjadi KTT/PTL/KTBT;
  • surat pernyataan bermaterai tentang kebenaran dokumen yang ditandatangani oleh pemohon; dan
  • softcopy dokumen sebagaimana dimaksud dalam huruf a sampai dengan huruf h.

Tugas dan tanggung jawab Kepala Teknik Tambang atau KTT  terdiri atas :

  1. membuat peraturan internal perusahaan mengenai penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik;
  2. mengangkat pengawas operasional dan pengawas teknis;
  3. mengesahkan PJO;
  4. melakukan evaluasi kinerja PJO;
  5. memastikan semua perusahaan jasa pertambangan yang beroperasi di bawahnya memenuhi kewajiban sesuai dengan ketentuan perundang-undangan;
  6. menerapkan standar sesuai dengan ketentuan perundangundangan;
  7. menyampaikan laporan kegiatan jasa pertambangan kepada KaIT sesuai dengan ketentuan perundang-undangan;
  8. memiliki tenaga teknis pertambangan yang berkompeten sesuai dengan ketentuan perundang-undangan;
  9. melaksanakan manajemen risiko pada setiap proses bisnis dan subproses kegiatan pertambangan;
  10. menerapkan sistem manajemen keselamatan pertambangan dan melakukan pengawasan penerapan sistem manajemen keselamatan pertambangan yang dilaksanakan oleh perusahaan jasa pertambangan yang bekerja di wilayah tanggung jawabnya;
  11. melaporkan penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik kepada KaIT, baik laporan berkala, akhir, dan/atau khusus sesuai dengan ketentuan perundang-undangan;
  12. melaporkan pelaksanaan kegiatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan secara berkala sesuai dengan bentuk yang ditetapkan;
  13. melaporkan jumlah pengadaan, penggunaan, penyimpanan, dan persediaan bahan dan limbah berbahaya dan beracun secara berkala setiap 6 (enam) bulan;
  14. melaporkan adanya gejala yang berpotensi menimbulkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan;
  15. menyampaikan laporan kasus lingkungan paling lambat 1 x 24 (satu kali dua puluh empat) jam setelah terjadinya kasus lingkungan berikut upaya penanggulangannya;
  16. menyampaikan pemberitahuan awal dan melaporkan kecelakaan, kejadian berbahaya, kejadian akibat penyakit tenaga kerja, dan penyakit akibat kerja;
  17. menyampaikan laporan audit internal penerapan sistem manajemen keselamatan pertambangan mineral dan batubara;
  18. menetapkan tata cara baku untuk penanggulangan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan pada tempat yang berpotensi menimbulkan perusakan dan pencemaran lingkungan;
  19. menetapkan tata cara baku untuk penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik;
  20. melaksanakan konservasi sumber daya mineral dan batubara; dan
  21. KTT menetapkan tata cara baku kegiatan pengelolaan teknis pertambangan mineral dan batubara.
Hal-hal yang Dilakukan Ketika Tiba di Rumah Setelah Bepergian

Hal-hal yang Dilakukan Ketika Tiba di Rumah Setelah Bepergian

Ketika anda terpaksa harus bepergian keluar rumah, baik untuk pergi kerja yang tidak bisa dilakukan wfh maupun keluar untuk keperluan lainnya yang mendesak, lakukan langkah-langkah berikut ini saat anda kembali ke rumah :

  • Melepas alas kaki
  • Sebelum memasuki rumah, lepaslah terlebih dahulu alas kaki anda di depan pintu dan jangan lupa untuk menyimpannya kembali ke tempat sepatu.

  • Menyemprot disinfektan pada barang yang dibawa2
  • Untuk meminimalisir terpaparnya virus, bakteri maupun kotoran dari luar rumah, ada baiknya menyemprotkan barang bawaan anda dengan disinfektan terlebih dahulu. Jika tidak ada disinfektan, baiknya gunakan rebusan air daun sirih yang juga bersifat antiseptic alami.

  • Buang semua benda yang tidak dibutuhkan
  • Benda-benda yang tidak dibutuhkan seperti masker sekali pakai, struk belanjaan, plastic pembungkus atau barang lainnya. Usahakan ketika masuk ke rumah tidak menyimpan barang yang tidak dibutuhkan

  • Cuci tangan dan kaki dengan sabun ketika masuk ke rumah
  • Hal wajib selanjutnya yang harus dilakukan ketika masuk ke rumah adalah mencuci tangan dan kaki dengan sabun dan air mengalir. Cuci tangan dan kaki anda minimal 20 detik.

  • Melepas pakaian dan langsung letakan pakaian kotor ke mesin cuci
  • Ketika pakaian telah diletakan dalam mesin cuci, sebaiknya segera langsung di cuci dengan detergen. Namun, bisa juga di rendam terlebih dahulu.

  • Jangan menyentuh apapun
  • Ketika berada di dalam rumah, usahakan jangan menyentuh apapun yang ada di rumah. Sebisa mungkin pastikan anda bersih terlebih dahulu, kemudian melakukan aktivitas seperti biasanya.

  • Langsung istirahat
  • Setelah bekerja seharian, tubuh akan terasa Lelah. Tetapi, usahakan untuk jangan langsung berisitirahat terlebih dahulu sebelum anda membersihkan diri.

  • Langsung mandi
  • Sebelum anda beristirahat atau melakukan aktivitas di rumah setelah bepergian ke luar, disarankan untuk langsung mandi dengan menggunakan sabun. Setelah memastikan tubuh sudah bersih, anda dibolehkan untuk melakukan aktivitas seperti biasa di rumah. Berkumpul Bersama keluarga, bermain Bersama anak-anak, makan dan hal lainnya.

    Kegiatan di atas bertujuan untuk meminimalisir penularan panemic Covid-19. Selain melakukan kegiatan di atas, menjaga kesehatan tubuh dengan mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi, berolahraga, berjemur 15 menit pada pkul 10.00 pagi, serta mengkonsumsi vitamin juga penting.

    Semoga pandemic Covid-19 ini segera berakhir, agar dapat melakukan aktivitas seperti biasa. Tetap jaga kebersihan, kesehatan dan keselamatan dimanapun #sobatprosyd berada.

    Waktu Terbaik Untuk Berjemur Di Pagi Hari

    Waktu Terbaik Untuk Berjemur Di Pagi Hari

    Sejak wabah virus corona mewabah, masyarakat dianjurkan melakukan jarak sosial dengan tetap berada di rumah. Salah satu aktivitas yang dianjurkan adalah berjemur di pagi hari agar tetap sehat selama physical distancing. Namun, belakangan ini terjadi perdebatan waktu berjemur terbaik semakin ramai diperbincangkan di media sosial. Ada yang menyebutkan waktu yang tepat untuk berjemur adalah di atas pukul 10.00 WIB, untuk mendapatkan hasil vitamin D dari paparan sinar matahari. Di sisi lain, ada pula yang menyanggah dan membantah bahwa sinar matahari yang paling baik untuk berjemur adalah pukul 07.00-09.30 WIB pagi.

    Perdebatan itu mengundang kebimbangan di masyarakat, atas saran mana yang sebaiknya dipertimbangkan untuk dilakukan. Dokter ahli gizi dan magister filsafat, Dr dr Tan Shot Yen M Hum, akhirnya kembali menjawab polemik yang beredar mengenai waktu berjemur yang tepat dan baik dilakukan oleh masyarakat khususnya Jakarta dan Bekasi, Indonesia. Tan memaparkan penelitian yang dilakukan oleh dokter ahli gerontologi (ilmu penuaan) di RS Cipto Mangunkusumo, Prof Dr Siti Setiati SpPD-KGER di Indonesia. Penelitian ini tentang paparan sinar matahari pada wanita lanjut usia di Jakarta, Indonesia pada garis lintang 6 S. 

    Dalam hasil penelitian Siti yang telah diterbitkan dalam situs penelitian biomedis dan bioinformatika National Center for Biotechnology (NCBI), intensitas ultraviolet B (UVB) tertinggi ada pada pukul 11.00 WIB pagi sampai pukul 13.00 WIB. Penelitian ini dilakukan pada musim hujan di bulan Februari hingga Maret tahun 2006, dengan 80 partisipan yang berusia 60 tahun ke atas. Hasil tersebut didapatkan dari pengukuran intensitas paparan sinar matahari dari pukul 07.00-16.00 WIB di sore hari, dengan menggunakan UV meter untuk mendapatkan MED (intensitas atau dosis sinar UV), yaitu sekitar 2 MED.

    Waktu terbaik mendapat vitamin D

    Sedangkan, peneliti juga melakukan sampel kembali dengan 74 wanita di antaranya yang memiliki tipe kulit-4 yaitu berwarna cokelat terang untuk melakukan berjemur badan di bawah sinar matahari pada pagi hari, yakni pada pukul 09.00 WIB. Hasilnya ternyata terdapat hanya sekitar 0,6 MED. Dijelaskan Tan, jika manfaat yang ingin didapatkan dari paparan sinar matahari langsung ke kulit tubuh adalah vitamin D, maka waktu terbaik untuk mendapatkan manfaat sinar ultraviolet B adalah pukul 11.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB. Hal itu sesuai dengan sejumlah penelitian yang ada, termasuk penelitian yang dikemukakan Prof Siti. “Penelitian Prof Siti Setiati di Jakarta, (hasilnya) paling efektif untuk meningkatkan kadar vitamin D adalah antara jam 11.00-13.00 WIB. Tinggal pilih apakah tujuannya untuk berolahraga atau meningkatkan kadar vitamin D,” jelas Tan.

    Jika manfaat yang ingin diambil adalah untuk olahraga, maka memang sebaiknya dilakukan pada pagi hari pukul 09.00 WIB ke bawah, dan bisa dilakukan sekitar 30 hingga 60 menit. Adapun, sebaliknya jika manfaat yang ingin dicari adalah meningkatkan kadar vitamin D, untuk imunitas, kata Tan, berjemur saja sekitar 15 menit antara pukul 10.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. “Jadi sudah tidak pakai katanya-katanya lagi ya, ini data penelitian kita sendiri di Jakarta, pasti valid,” ujar dia. Penelitian lainnya, yaitu dilakukan pada tahun 2019 dan diikuti oleh 345 wanita hamil yang berasal dari Bandung Sukabumi, Waled dan Cimahi. Peneliti Raden Tina Dewi Judistiani dan timnya, mempublikasikan hasil penelitian tersebut dalam BMC Pregnancy and Childbirth. Hasilnya menunjukkan, paparan sinar matahari dengan intensitas UVB tertinggi adalah pukul 10.00 WIB sampai 13.00 WIB. Kemudian paparan sinar matahari mulai merendah dari pukul 13.00 WIB sampai 15.00 WIB. Hingga, sangat rendah pada pagi hari yaitu pukul 06.00 WIB sampai 07.00 WIB dan sore hari pada pukul 17.00 WIB hingga 18.00 WIB. 

    Sumber : kompas.com

    Kebiasaan Sepele yang dapat Merusak Kekebalan Tubuh

    Kebiasaan Sepele yang dapat Merusak Kekebalan Tubuh

    Di tengah pandemic Covid-19 seperti sekarang, banyak orang yang kemudian disadarkan akan pentingnya menjaga kesehatan agar tidak tertular virus Covid-19, seperti rajin mencuci tangan, siap sedia handsanitizer, memakai masker, dan menjaga jarak dengan orang yang sedang tidak sehat. Padahal, untuk menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan melakukan hal-hal tersebut. Tetapi juga melakukan langkah-langkah lainnya, seperti mengurangi kebiasaan buruk yang ternyata dapat merusak imunitas tubuh, sebab lemahnya sistem imun tubuh dapat menyebabkan seseorang rentan terserang penyakit, termasuk Covid-19 ini.

    Beberapa kebiasaan buruk yang menurunkan sistem kekebalan tubuh adalah antara lain :

    1. Mengkonsumsi makanan kurang nutrisi

    Nutrisi berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh dan melakukan berbagai fungsi tubuh. Oleh sebab itu, nutrisi tidak diproduksi oleh tubuh, hal itu bergantung pada makanan yang dikonsumsi. Jika seseorang kekurangan nutrisi dapat mengakibatkan tubuh menjadi lemah, kurang kebal terhadap penyakit, dan mungkin juga memperlambat fungsi tubuh seperti pencernaan. Seperti yang diwartakan Times Now News, dalam studi yang diterbitkan dalam Journal of Post-Acute dan Long-Term Care Medicine menemukan bahwa nutrisi mikro spesifik sangat penting untuk kesehatan individu, terutama orang tua, dan kekurangan nutrisi ini dapat menyebabkan kelemahan. Lebih lanjut, pola diet yang tidak sehat ini mengarah pada timbulnya penyakit kronis, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, obesitas, dan sejumlah penyakit lain.

    2. Sering begadang atau kurang tidur

    Jam tidur yang dibutuhkan setiap orang berbeda tergantung usianya, orang dewasa dikatakan telah mendapat tidur yang cukup jika jam tidurnya selama 7 – 9 jam per hari, sedangkan anak-anak perlu tidur selama 10 – 13 jam setiap hari. Selain mengantuk berlebihan dan sering menguap, kurang tidur akibat begadang akan berpengaruh kepada kondisi emosi, kemampuan kognitif, dan fungsi otak. Efek begadang bagi kesehatan juga termasuk meningkatkan risiko penyakit, seperti diabetes, obesitas, tekanan darah tinggi, kanker, dan penyakit jantung.

    Untuk itu, biasakan untuk istirahat malam selama 7 sampai 9 jam setiap harinya agar tubuh tidak mudah terserang penyakit.

    3. Gaya hidup yang kurang aktif

    Gaya hidup kurang aktif, atau biasa disebut dengan mager (malas gerak) bisa terkena berbagai dampak negatif. Mulai dari kondisi fisik yang lemah hingga dampak psikologis. Gaya hidup mager meningkatkan risiko mengalami sakit punggung, penyakit jantung, mengganggu sistem kekebalan tubuh, dan memperpendek harapan hidup.

    4. Sering merasa pesimis

    Mempunyai sifat pesimis memiliki kaitan dengan berkurangnya system kekebalan tubuh. Mereka yang mempunyai sifat optimis memiliki respon kekebalan tubuh yang kuat dan sel pembunuh alami yang lebih kuat daripada seseorang yang memiliki sifat pesimis. Hal ini kemungkinan karena stres memiliki kaitan dengan kurangnya sistem kekebalan tubuh, seperti sel-sel pembunuh yang tiba-tiba menjadi pasifis

    5. Merasa kesepian

    Ketika sering merasa kesepian, seseorang akan rentan terhadap penyakit. Menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal Prosiding National Academy of Sciences, bahwa ketika orang merasa kesepian, akan terjadi peningkatan hormon norepinefrin yang meningkatkan produksi sel darah putih yang melawan luka. Tetapi dalam prosesnya, hormon ini akan mematikan bagian yang berfungsi melawan virus dari sistem kekebalan tubuh, yang membuat seseorang rentan terhadap penyakit.

    6. langsung minum obat saat merasa sakit

    Pada dasarnya, manusia memiliki tingkat toleransi terhadap rasa sakit berbeda-beda. Jika anda termasuk seseorang yang tidak tahan sakit, sebaiknya jangan langsung minum obat ketika ada keluhan di dalam tubuh anda. Pastikan anda mengonsumsi obat sesuai dengan resep dokter, terutama antibiotic. Antibiotik dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh serta bakteri baik dan buruk yang ada di tubuh. Menurut sebuah laporan dalam The American Journal of Human Genetics menunjukkan bahwa antibiotik dapat mengurangi sel darah putih penangkal penyakit tertentu dan molekul yang memberi sinyal protein peningkat kekebalan untuk bekerja. Hal ini dapat membuat tubuh lebih cepat sembuh setelah kamu minum obat, tetapi setelahnya sistem kekebalan tubuh akan semakin rentan.

    Pada dasarnya, manusia memiliki tingkat toleransi terhadap rasa sakit berbeda-beda. Jika anda termasuk seseorang yang tidak tahan sakit, sebaiknya jangan langsung minum obat ketika ada keluhan di dalam tubuh anda. Pastikan anda mengonsumsi obat sesuai dengan resep dokter, terutama antibiotic. Antibiotik dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh serta bakteri baik dan buruk yang ada di tubuh. Menurut sebuah laporan dalam The American Journal of Human Genetics menunjukkan bahwa antibiotik dapat mengurangi sel darah putih penangkal penyakit tertentu dan molekul yang memberi sinyal protein peningkat kekebalan untuk bekerja. Hal ini dapat membuat tubuh lebih cepat sembuh setelah kamu minum obat, tetapi setelahnya sistem kekebalan tubuh akan semakin rentan.

    Berikut merupakan beberapa kebiasaan sepele yang tanpa disadari dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh. Jika anda masih sering melakukan kebiasaan di atas, segera hentikan agar tubuh tidak rentan terkena penyakit.

    Mengenal Bahaya Di Ruang Terbatas (Confined Space)

    Mengenal Bahaya Di Ruang Terbatas (Confined Space)

    Ruang terbatas di tempat kerja adalah tempat yang mungkin perlu dimasuki orang yang tidak dirancang untuk hunian manusia karena ukurannya. Orang masuk ke dalam ruang terbatas, tetapi tidak ada ruang yang cukup untuk bergerak dengan nyaman. Dalam banyak kasus, ruang terbatas juga berpotensi menyebabkan seseorang terjebak atau mengalami berbagai bahaya lain.

    Memahami bahaya ruang terbatas dan bagaimana meminimalkan bahaya sangat penting untuk tempat kerja di mana pun area ini ada. Ketika dilakukan dengan benar, upaya keselamatan ruang terbatas dapat meminimalkan risiko yang terlibat untuk karyawan yang diminta untuk memasuki area ini.

    1. Bahaya

    Bagi banyak orang, ruang terbatas menyebabkan mereka merasa sangat sesak, yang membuatnya sulit untuk memasuki area tersebut. Namun, bagi yang lain, bukan masalah besar untuk memasuki area  yang paling sempit sekalipun. Seseorang tidak bisa mengandalkan tingkat kenyamanan seseorang untuk menentukan apakah ruang terbatas aman atau tidak.

    Sekitar 100 orang meninggal setiap tahun karena ruang terbatas. Ada banyak bahaya yang terkait dengan bekerja di ruang terbatas yang harus diperhatikan oleh karyawan dan manajer keselamatan. Bahkan ketika karyawan tidak berpikir ada risiko nyata yang terlibat dengan ruang terbatas tertentu, tetap penting untuk memastikan semua orang menyadari bahaya tertentu.

    Memasuki ruang terbatas perlu dilakukan dengan sangat Hati – hati untuk menghindari masalah, terutama di daerah yang sangat sempit. Mempertimbangkan hal-hal seperti jumlah udara yang tersedia, risiko terjebak, dan banyak lagi. Karyawan yang perlu masuk ke pipa besar, misalnya, harus memahami bahwa tubuh mereka dapat menghalangi  pasokan cahaya dan udara, sehingga mereka perlu suply udara dan penerangan.

    Meluangkan waktu untuk menilai area pintu masuk untuk memastikan keamanannya juga sangat penting. Hal lain yang perlu dipikirkan ketika melihat area akses masuk ke ruang terbatas adalah membiarkan orang tahu bahwa seseorang sedang bekerja. Beberapa pintu masuk, seperti selokan, dapat ditutup atau ditutup untuk mencegah orang keluar. Namun, jika seseorang bekerja di ruang terbatas, menutupnya bisa menimbulkan bahaya nyata. Memasang label atau tanda sebelum masuk ke area terbatas dapat membantu menghindari risiko ini. 

    1. Tanpa Ventilasi

    Karena biasanya tidak ada ventilasi yang efektif di ruang terbatas,akan sangat mudah terpapar oleh gas yang berbahaya. Bahkan sejumlah kecil gas yang biasanya akan menghilang ke daerah sekitarnya dapat menjadi mematikan di ruang terbatas.

    2. kekurangan oksigen

    Ketika orang bekerja di daerah terbatas, mereka dapat dengan cepat kehilangan  oksigen yang tersedia. Ketika oksigen menjadi menipis, orang dapat menjadi pusing dan bahkan pingsan, yang dapat menyebabkan cedera atau bahkan kematian.

    3. Perangkap

    Sebagian besar ruang terbatas hanya memiliki satu titik masuk dan keluar. Jika itu diblokir atau tidak tersedia, karyawan dapat terjebak. Ada banyak cara agar seseorang bisa terjebak di area terbatas. Bahkan hanya dengan masuk ke bagian pipa atau gua yang menyusut dapat menyebabkan seseorang terjepit ke suatu daerah sehingga mereka tidak dapat melarikan diri.

    4. Kebakaran atau Ledakan

    Kebakaran dan ledakan menimbulkan bahaya besar di area terbatas. Orang tidak dapat dengan mudah melarikan diri, asap dapat menumpuk dengan sangat cepat, dan ledakan dapat menyebabkan area menjadi tidak stabil. Apakah itu gas yang menumpuk dan dipicu oleh percikan api atau bahan mudah terbakar lainnya yang menyala, melarikan diri jauh lebih sulit di area terbatas.

    5. Ketidakstabilan

    Di banyak area penyimpanan terbatas, produk bisa menjadi tidak stabil. Karyawan di daerah itu tidak akan memiliki tempat untuk melarikan diri jika barang tersebut  mulai jatuh.

    6. Bahaya Listrik

    Salah satu alasan paling umum untuk memasuki ruang terbatas adalah untuk mengerjakan peralatan listrik. Jika tidak ada banyak ruang, karyawan mungkin berisiko lebih besar untuk tersengat dengan menyentuh kabel. Di beberapa area terbatas, karyawan mungkin tidak memiliki tempat untuk bergerak, sehingga sengatan listrik akan berlanjut sampai listrik terputus. Ini bisa menjadi peristiwa yang mematikan.

    Ini hanya beberapa dari banyak bahaya yang ada di ruang terbatas. Memahami semua bahaya potensial di suatu daerah sangat penting untuk merencanakan proses keselamatan yang efektif.

    Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)

    Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)

    Alat Pelindung Diri adalah seperangkat alat yang digunakan tenaga kerja untuk melindungi sebagian atau seluruh tubuhnya dari adanya potensi atau bahaya atau kecelakaan kerja. Pilihan terakhir untuk mengendalikan bahaya adalah dengan memakai alat pelindung diri misalnya pelindung kepala, sarung tangan, pelindung pernafasan, (respirator atau masker), pelindung jatuh, dan pelindung kaki. Dalam konsep K3, penggunaan APD merupakan pilihan terakhir atau last resortdalam pencegahan kecelakaan. Hal ini disebabkan karena alat pelindung diri bukan untuk mencegah kecelakaan (reduce likelihood) namun hanya sekedar mengurangi efek atau keparahan kecelakaan (reduce consequeces). Sebagai contoh, seseorang yang menggunakan topi keselamatan bukan berarti bebas dari bahaya tertimpa benda. Namun jika ada benda jatuh, kepalanya akan terlindung sehingga keparahan dapat dikurangi. akan tetapi, jika benda yang jatuh sangat berat atau dari tempat yang tinggi, topi atau helm tersebut mungkin akan pecah karena tidak mampu menahan beban

    Alat keselamatan ada berbagai jenis dan fungsi yang dapat dikategorikan sebagai berikut.

    1. Alat pelindung kepala, untuk melindungi bagian kepala dari benda yang jatuh atau benturan misalnya topi keselamatan baik dari plastik, aluminium, atau fiber.
    2. Alat pelindung muka untuk melindungi percikan benda cair, benda padat atau radiasi sinar dan panas misalnya pelindung muka (face shield), dan topeng las.
    3. Alat pelindung mata untuk melindungi dari percikan benda, bahan cair dan radiasi panas, misalnya kaca mata keselamatan, google, dan kaca mata las.
    4. Alat pelindung pernafasan untuk melindungi dari bahan kimia, debu uap dan asap yang berbahaya dan beracun. Alat pelindung pernafasan sangat beragam seperti masker debu, masker kimia, respirator, dan breathing apparatus (BA).
    5. Alat pelindung pendengaran untuk melindungi organ pendengaran dari suara yang bising misalnya sumbat telinga (ear plug), dan katup telinga (ear muff).
    6. Alat pelindung badan untuk melindungi bagian tubuh khususnya dada dari percikan benda cair, padat, radiasi sinar dan panas misalnya appron dari kulit, plastik.
    7. Alat pelindung tangan untuk melindungi bagian jari dan lengan dari bahan kimia, panas atau benda tajam misalnya sarung tangan kulit, PVC, dan metal.
    8. Alat pelindung jatuh untuk melindungi ketika terjatuh dari ketinggian misalnya ikat pinggang keselamatan (safety belt), harness, dan jaring.
    9. Alat pencegah tenggelam melindungi jika jatuh ke dalam air misalnya baju pelampung, pelampung, dan jaring pengaman.
    10. Alat pelindung kaki untuk melindungi bagian telapak kaki, tumit atau betis dari benda panas, cair, kejatuhan benda, tertusuk benda tajam dan lainnya, misalnya sepatu karet, sepatu kulit, sepatu asbes, pelindung kaki dan betis. Untuk melindungi dari kejatuhan benda, sepatu keselamatan dilengkapi dengan pelindung logam dibagian ujungnya (steel to cap).

    Sesuai dengan ketentuan  pasal 14 C Undang-undang Keselamatan Kerja No. 1 tahun 1970, pengusaha wajib menyediakan alat keselamatan secara Cuma-Cuma sesuai dengan sifat bahayanya. Oleh karena itu, pemilihan alat keselamatan harus dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan jenis bahaya serta diperlakukan sebagai pilihan terakhir

    APD yang disediakan oleh pihak perusahaan harus memenuhi syarat pembuatan, pengujian, dan sertifikat. Dari ketiga pemenuhan persyaratan tersebut, harus diperhatikan faktor pertimbangan dimana APD harus :

    1. Enak dan nyaman dipakai
    2. Tidak mengganggu ketenangan kerja dan tidak membatasi ruang gerak pekerja
    3. Memberikan perlindungan yang efektif terhadap segala jenis bahaya/ potensi bahaya
    4. Memenuhi syarat estetika
    5. Memperhatikan efek samping penggunaan APD
    6. Mudah dalam pemeliharaan, tepat ukuran, tepat penyediaan, dan harga terjangkau.

    Bila dapat diterima oleh tenaga kerja, maka alat tersebut akan digunakan secara rutin oleh tenaga kerja dan dapat dipastikan mengurangi kecelakaan akibat kerja. Alat pelindung diri yang diterima memiliki persyaratan sesuai dengan ukuran masing-masing tenaga kerja, sehingga alat yang diinvestasikan sesuai dengan jumlah tenaga kerja.

    Makanan yang dapat Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

    Makanan yang dapat Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

    Saat ini ditengah krisis wabah penyebaran virus COVID-19, ada baiknya untuk tetap menjaga kebugaran tubuh dan juga kebersihan. Selain itu, hal yang tidak kalah penting adalah meningkatkan daya tahan tubuh. Ada beberapa makanan tertentu yang dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh Anda. Lantas apa saja? Simak rangkuman selengkapnya berikut ini.

    1. Brokoli

    Kandungan vitamin C  dan antioksidan lain di dalam brokoli hijau juga mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda. Sistem imunitas tubuh yang kuat dapat membantu tubuh Anda melawan infeksi. 

    2. Jahe

    Jahe termasuk tanaman yang paling populer dijadikan sebagai obat tradisional, bahkan sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini tidak lepas dari manfaatnya dalam menjaga kesehatan tubuh dan mengurangi berbagai gejala penyakit. Jahe dapat membantu mengurangi peradangan, yang dapat membantu mengurangi sakit tenggorokan dan penyakit radang lainnya dan membantu mengurangi mual.

    3. Ubi Merah

    Di sejumlah daerah, ubi jalar kerap dijadikan sumber makanan pokok atau camilan yang menemani saat minum teh, kopi, atau bajigur di sore hari. Untuk camilan, ubi bisa dikukus, goreng, atau dibuat aneka penganan, yang pasti sangat lezat. Selain cocok untuk dijadikan camilan, banyak manfaat yang dapat diperoleh dari ubi jalar ini. Salah satu contohnya, ubi jalar kaya akan antioksidan. Kandungan ini semakin tinggi bila warna ubi jalar semakin pekat.

    4. Strawberry

    Dikenal sebagai buah yang kaya akan manfaat karena berbagai kandungan sehat di dalamnya. Beberapa khasiat strawberry untuk tubuh, salah satunya adalah mencukupi kebutuhan tubuh akan vitamin C. Dengan 2 mangkuk strawberry saja, anda sudah bisa memenuhi kebutuhan tubuh akan jenis vitamin ini. Vitamin C dikenal sebagai vitamin yang bagus untuk menjaga sistem kekebalan tubuh serta melawan beragam jenis penyakit. Uniknya lagi, antioksidan dalam buah strawberry juga mampu bekerja secara lebih cepat dan sudah siap dalam aliran darah.

    5. Jeruk

    Jeruk merupakan sebuah buah yang memiliki khasiat. Jeruk yang merupakan buah sitrus memiliki banyak kandungan vitamin C dan anti oksidan, yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu melawan infeksi dan flu.

    6. Yoghurt

    Yogurt dapat merangsang sistem kekebalan tubuh Anda untuk membantu melawan penyakit. Cobalah untuk mengonsumsi yogurt tawar daripada jenis-jenis yang sarat dengan gula. Anda bisa memaniskan yogurt tawar dengan buah-buahan sehat dan madu. Yoghurt juga bisa menjadi sumber vitamin D yang hebat, jadi cobalah untuk memilih merek yang diperkaya dengan vitamin D yang membantu mengatur sistem kekebalan tubuh dan diduga meningkatkan pertahanan alami tubuh kita terhadap penyakit.

     Dari jenis makanan di atas, manakah yang menjadi favorit anda? Dengan kondisi yang sekarang, usahakan sobat prosyd untuk tetap berada di rumah. Namun, jika memang mengharuskan untuk keluar  

    Pengelolaan Keamanan Pangan Berbasis HACCP

    Pengelolaan Keamanan Pangan Berbasis HACCP

    Keamanan pangan merupakan salah satu isu sentral yang berkembang di masyarakat, baik karena masih banyaknya kasus-kasus keracunan bahan pangan maupun semakin meningkatnya kesadaran dan tuntutan masyarakat terhadap makanan yang sehat dan halal.

    Menyikapi hal tersebut, pemerintah melalui Undang-Undang Pangan No. 18 Tahun 2012 di mana pada salah satu pasalnya mengatur tentang keamanan pangan. Keamanan pangan diselenggarakan untuk menjaga pangan tetap aman, higienis, bermutu dan tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat. Keamanan pangan juga dimaksudkan untuk mencegah cemaran biologis dan kimia yang dapat membahayakan kesehatan manusia.

    Masalah jaminan mutu dan keamanan pangan terus berkembang sesuai dengan tuntutan dan persyaratan konsumen serta dengan tingkat kehidupan dan kesejahteraan manusia. Bahkan pada beberapa tahun terakhir ini, konsumen telah menyadari bahwa mutu dan keamanan pangan tidak hanya bisa dijamin dengan hasil uji pada produk akhir di laboratorium saja. 

    Mereka berkeyakinan bahwa dengan pemakaian bahan baku yang baik, ditangani atau di ”manage” dengan baik, diolah dan didistribusikan dengan baik akan menghasilkan produk akhir pangan yang baik pula. Oleh karena itu, berkembanglah berbagai sistem yang dapat memberikan jaminan mutu dan keamanan pangan sejak proses produksi hingga ke tangan konsumen serta ISO-9000, QMP (Quality Management Program), HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) dan lain-lain. .

    Sistem HACCP dapat dikatakan pula sebagai alat pengukur atau pengendali yang memfokuskan perhatiannya pada jaminan keamanan pangan, terutama sekali untuk mengeliminasi adanya bahaya (hazard) yang berasal dari bahaya mikrobiologi (biologi), kimia dan fisika dengan cara mencegah dan mengantisipasi terlebih dahulu daripada memeriksa/menginspeksi saja.

    Tujuan Penerapan HACCP:

    Memperkecil kemungkinan adanya kontaminasi mikroba pathogen dan memperkecil potensi mereka untuk tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu, secara individu setiap produk dan sistem pengolahannya dalam industri pangan harus mempertimbangkan rencana pengembangan HACCP. Dengan demikian, setiap produk dalam industri pangan yang dihasilkannya akan mempunyai konsep rencana penerapan HACCP-nya masing-masing disesuaikan dengan sistem produksinya.

    Manfaat penerapan HACCP

    Pada industri pangan, beberapa manfaat dari penerapan HACCP adalah sebagai berikut:

    1. Mencegah penarikan produk pangan yang dihasilkan
    2. Mencegah penutupan pabrik
    3. Meningkatkan jaminan keamanan produk
    4. Pembenahan dan pembersihan pabrik
    5. Mencegah kehilangan pembeli/pelanggan atau pasar
    6. Meningkatkan kepercayaan konsumen
    7. Mencegah pemborosan biaya atau kerugian yang mungkin timbul karena masalah keamanan produk

    Pendekatan HACCP dalam industri pangan terutama diarahkan terhadap produk pangan (makanan) yang mempunyai resiko tinggi sebagai penyebab penyakit dan keracunan, yaitu makanan yang mudah terkontaminasi oleh bahaya mikrobiologi, kimia dan fisika

    Untuk memahami konsep HACCP secara menyeluruh diperlukan adanya kesamaan pandangan terhadap beberapa istilah dan definisi yang dipakai dalam sistem manajemen HACCP, yaitu :

    Bahaya (hazard)

    Bahan biologi, kimia atau fisika, atau kondisi yang dapat menimbulkan resiko kesehatan yang tidak diinginkan terhadap konsumen. Menurut NACMCF (1992) mendefinisikan bahaya atau ”hazard” sebagai suatu sifat-sifat biologis/mikrobiologis, kimia, fisika yang dapat menyebabkan bahan pangan (makanan) menjadi tidak aman untuk dikonsumsi. 

    Titik Kendali  (Control Point = CP)

    Setiap titik, tahap atau prosedur pada suatu sistem produksi makanan yang jika tidak terkendali dapat mengakibatkan resiko kesehatan yang tidak diinginkan atau setiap titik, tahap atau prosedur yang jika dikendalikan dengan baik dan benar dapat mencegah, menghilangkan atau mengurangi adanya bahaya. 

    Batas Kritis (Ccritical Limits)

    Batas toleransi yang harus dipenuhi/dicapai yang menjamin bahwa CCP dapat mengendalikan secara efektif bahaya yang mungkin timbul atau suatu nilai yang merupakan batas antara keadaan dapat diterima dan tidak dapat diterima. 

    Resiko 

    Kemungkinan menimbulkan bahaya. 

    Penggolongan Resiko

    Pengelompokkan prioritas resiko berdasarkan bahaya yang mungkin timbul/ terdapat pada makanan. 

    Pemantauan (Monitoring)

    Pengamanan atau pengukuran untuk menetapkan apakah suatu CCP dapat dikendalikan dengan baik dan benar serta menghasilkan catatan yang teliti untuk digunakan selanjutnya dalam verifikasi.

    Pemantauan Kontinyu

    Pengumpulan dan pencatatan data secara kontinyu, misalnya pencatatan suhu pada tabel.

    Tindakan Koreksi (Corrective Action)

    Prosedur atau tatacara tindakan yang harus dilakukan jika terjadi penyimpangan pada CCP.

    Tim HACCP

    Sekelompok orang/ahli yang bertanggung jawab untuk menyusun rancangan HACCP.

    Validasi Rancangan HACCP

    Pemeriksaan awal oleh tim HACCP untuk menjamin bahwa semua elemen dalam rancangan HACCP sudah benar.

    Validasi 

    Metode, prosedur dan uji yang dilakukan selain pemantauan untuk membuktikan bahwa sistem HACCP telah sesuai dengan rancangan HACCP, dan untuk menentukan apakah rancangan HACCP memerlukan modifikasi dan revalidasi.

    Mengenal Jenis-jenis Masker Berdasarkan Kebutuhannya

    Mengenal Jenis-jenis Masker Berdasarkan Kebutuhannya

    Penggunaan masker menjadi kewajiban saat pemberlakukan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) seperti saat sekarang. Diyakini, masker dapat memperkecil risiko penularan virus Covid-19 yang tengah menjadi pandemi global.

    Masyarakat perlu tahu, bahwa penggunaan masker yang ditujukan untuk masyarakat umum maupun tenaga medis memiliki jenis dan standar yang berbeda-beda. Karena itu masker yang digunakan perlu menyesuaikan dengan tingkat intensitas kegiatan tertentu, termasuk untuk menghadapi merebaknya wabah virus Covid-19 sekarang ini. 

    Berikut merupakan tipe dan klasifikasi masker yang perlu diketahui oleh masyarkat umum berdasarkan panduan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) :

    1. Masker Kain

    Masker kain dapat digunakan untuk mencegah penularan sekaligus mengantisipasi kelangkaan masker yang terjadi di pasar seperti apotek dan toko-toko kesehatan. Masker kain yang dibuat perlu memiliki 3 (tiga) lapisan yaitu lapisan non-anyaman tahan air (depan), microfibre melt-blown kain non-anyaman (tengah), dan kain biasa non-tenunan (belakang). 

    Masker kain perlu dicuci dan dapat dipakai berkali-kali. Bahan yang digunakan untuk masker kain berupa bahan kain katun, scarf, dan sebagainya.

    Penggunaan masker kain dapat dipergunakan untuk: 

    • Bagi masyarakat umum dalam keadaan sehat

    Masker jenis ini bisa digunakan ketika berada di tempat umum dan fasilitas lainnya dengan tetap menjaga jarak aman yakni 1-2 meter. Namun, jika masyarakat memiliki kegiatan yang tergolong berbahaya (misalnya, penanganan jenazah Covid-19, dan sebagainya) maka tidak disarankan menggunakan masker kain tapi harus menggunakan masker jenis lain dan APD pendukung.

    • Bagi tenaga medis

    Masker kain tidak direkomendasikan sebagai APD (Alat Pelindung Diri) untuk tingkat keparahan tinggi karena sekitar 40%-90% partikel dapat menembus masker kain bagi tenaga medis. Masker kain hanya boleh digunakan sebagai opsi terakhir jika masker bedah atau masker N95 tidak tersedia lagi.

    Meskipun demikian penggunaan masker kain oleh tenaga medis idealnya perlu dikombinasikan dengan pelindung wajah yang menutupi seluruh bagian depan dan sisi wajah.

    2. Maker Bedah atau Surgical Mask.

    Masker Bedah memiliki dua jenis lapisan, yakni dua dan tiga lapisan (layers) yaitu lapisan luar kain tanpa anyaman kedap air, lapisan dalam yang merupakan lapisan filter densitas tinggi dan lapisan dalam yang menempel langsung dengan kulit yang berfungsi sebagai penyerap cairan berukuran besar yang keluar dari pemakai ketika batuk maupun bersin. 

    Karena memiliki lapisan filter ini, masker bedah efektif untuk menyaring droplet yang keluar dari pemakai ketika batuk atau bersin. Namun lapisan ini bukan merupakan barier proteksi pernapasan karena tidak bisa melindungi pemakai dari terhirupnya partikel airborne yang lebih kecil.  Dengan begitu, masker ini direkomendasikan untuk masyarakat yang menunjukan gejala-gejala flu atau influenza yakni batuk, bersin- bersin, hidung berair, demam, nyeri tenggorokan. Masker ini juga bisa digunakann oleh tenaga medis di fasilitas layanan kesehatan. 

    3. Masker N95 (atau ekuivalen)

    Masker N95 adalah masker yang lazim dibicarakan dan merupakan kelompok masker Filtering Facepiece Respirator (FFR) sekali pakai (disposable). Kelompok jenis masker ini memiliki kelebihan tidak hanya melindungi pemakai dari paparan cairan dengan ukuran droplet, tapi juga cairan hingga berukuran aerosol.  

    Masker jenis ini pun memiliki face seal fit yang ketat sehingga mendukung pemakai terhindar dari paparan aerosol asalkan seal fit dipastikan terpasang dengan benar. 

    Adapun jenis masker Filtering Facepiece Respirator (FFR) yang ekuivalen dengan N95 yaitu FFP2 (EN 149- 2001, Eropa), KN95 (GB2626-2006, China), P2 (AS/NZA) 1716:2012, Australia/New Zealand), KF94 (KMOEL-2017-64, Korea), DS (JMHLW-Notification 214,2018, Jepang). 

    Kelompok masker ini direkomendasikan terutama untuk tenaga kesehatan yang harus kontak erat secara langsung menangani kasus dengan tingkat infeksius yang tinggi seperti pasien positif terinfeksi virus Covid-19.

    4. Respirator

    Respirator adalah istilah lain dari alat bantu respirasi atau pernapasan. Di KBBI respirator adalah alat yang ditutupkan ke hidung atau mulut untuk membantu pernapasan; topeng gas. Respirator digunakan untuk perlindungan pernapasan terhadap udara yang terkontaminasi. 

    HEAD OFFICE

    • +62 542 851 0529
    • info@prosyd.co.id
    • Ruko Perum Pelangi B-Point Blok C – 2
      Jln. Syarifuddin Yoes, Kec. Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur

    CONTACT US